Sinergi Lintas Lembaga Perkuat Pelayanan RSUD Sumenep

SUMENEP, MPD – Manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melibatkan berbagai lembaga pengawas, perlindungan konsumen, serta mitra strategis pelayanan publik.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antar lembaga guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pamekasan Galih Anjung Sari, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana, perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Sobirin, Koordinator Tim Substansi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Primasetya T. Jatmiko, Asisten Deputi Pengelolaan Informasi Pengaduan, perwakilan Dinas Kesehatan, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Baca Juga: https://penademokrasi.id/2026/06/15/rsud-sumenep-perkuat-kepercayaan-publik-melalui-pelayanan/

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menegaskan bahwa pelayanan kesehatan modern tidak lagi hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga harus mampu menghadirkan kemudahan akses, kepastian pelayanan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan kebutuhan publik menuntut rumah sakit untuk terus melakukan adaptasi melalui inovasi dan pembaruan sistem pelayanan secara berkelanjutan.

“Rumah sakit harus mampu menjawab harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, jelas, dan mudah diakses. Oleh karena itu, kami terus melakukan berbagai penyempurnaan agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari optimalisasi sistem pelayanan, penguatan koordinasi antarsatuan kerja, hingga peningkatan responsivitas terhadap pengaduan masyarakat.

Bagi pihak rumah sakit, kritik dan saran yang disampaikan masyarakat dipandang sebagai instrumen evaluasi yang memiliki nilai penting dalam mendorong perbaikan kualitas layanan secara berkesinambungan.

“Kami menjadikan setiap masukan dari masyarakat sebagai bahan pembelajaran. Dari sana, kami dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat agar kualitas pelayanan terus mengalami peningkatan,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi layanan di lapangan. Hasil observasi kemudian dibahas dalam forum Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan rekomendasi dan solusi yang dapat diimplementasikan secara efektif.

Erliyati menilai bahwa kolaborasi antara rumah sakit dengan berbagai lembaga pengawas dan perlindungan konsumen memiliki peran strategis dalam membangun tata kelola pelayanan kesehatan yang akuntabel, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia berharap sinergi lintas sektor tersebut dapat terus berlanjut dan melahirkan kebijakan yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.

“Tujuan utama dari seluruh proses evaluasi dan kolaborasi ini adalah memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin setiap pasien memperoleh pelayanan yang semakin baik, lebih cepat, dan lebih manusiawi,” pungkasnya.

Melalui penguatan kerja sama lintas lembaga, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pelayanan publik yang berkomitmen menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta keberhasilan implementasi Program JKN di Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan