SUMENEP, MPD – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Salah satu langkah konkret diwujudkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dengan menyalurkan bantuan bibit tembakau unggul kepada kelompok tani di 20 kecamatan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan komoditas tembakau sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, sekaligus mempertahankan eksistensi varietas tembakau lokal yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Ir. Chainur Rasyid, M.Si., mengatakan bantuan bibit tersebut diprioritaskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi petani dan pengembangan tembakau Prancak, varietas khas Sumenep yang dikenal memiliki aroma harum dan karakteristik berbeda dibandingkan tembakau dari daerah lain.
Baca Juga: DKPP Sumenep Perkuat Kemitraan Bersama Insan Media
Menurutnya, pelestarian tembakau Prancak tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga identitas komoditas unggulan daerah agar tetap memiliki daya saing di pasar nasional sehingga mampu memberikan kesejahteraan hidup petani.
“Tembakau Prancak merupakan varietas unggulan khas Sumenep yang memiliki aroma harum dan berbeda dari tembakau lainnya. Karena itu, budidayanya perlu terus dikembangkan agar tetap menjadi kebanggaan daerah,” ujar Chainur Rasyid kepada media, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, memasuki musim kemarau merupakan periode yang ideal bagi petani untuk memulai penanaman tembakau. Kendati demikian, petani tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang sulit diprediksi, terutama potensi hujan yang dapat memengaruhi proses budidaya tanaman tembakau.
Menurut Chainur, hujan pada fase awal penanaman umumnya belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Namun, penerapan teknik budidaya yang tepat tetap menjadi faktor penting agar kualitas daun tembakau tetap terjaga hingga masa panen.
“Cuaca yang sulit diprediksi memang harus diantisipasi. Walaupun hujan pada awal masa tanam belum terlalu berpengaruh, petani tetap harus waspada agar tembakau yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan tanam tembakau yang berkualitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari penggunaan bibit unggul hingga pemilihan lahan yang memperoleh paparan sinar matahari secara optimal. Intensitas cahaya yang cukup dinilai berperan penting dalam membentuk mutu daun dan mempertahankan aroma khas tembakau Sumenep.
“Tembakau berkualitas membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup. Kami berharap musim tanam tahun ini mampu menghasilkan tembakau unggulan yang dapat meningkatkan nilai jual sekaligus kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Selain mendorong peningkatan produktivitas melalui penyediaan bibit unggul, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memperkuat sektor pertanian dari sisi pembiayaan dan perlindungan sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sumenep.
Program tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga mitra, di antaranya Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), DKPP, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), BPRS Bhakti Sumekar, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk memperluas akses petani terhadap fasilitas pembiayaan, memperkuat literasi keuangan, serta memberikan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh dukungan dalam meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memiliki kepastian perlindungan terhadap risiko kerja dan akses permodalan yang lebih mudah.
Melalui sinergi antara penyediaan bibit unggul, penguatan akses keuangan, dan perlindungan sosial, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap sektor pertanian tembakau semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing tembakau khas Sumenep serta memperkuat kesejahteraan petani secara berkelanjutan.






