SUMENEP MPD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) mengalokasikan anggaran dari Rp 3 miliar untuk program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2024. Sebanyak 151 unit rumah warga kurang mampu.
Pekerjaan proyek ini ditargetkan selesai direnovasi bulan ini, untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat Sumenep yang perekonomiannya kurang mampu, sehingga layak untuk dibantu membangun rumah tinggalnya.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Noer Lisal Anbiyah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kepedulian Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., terhadap kondisi rumah masyarakat kecil.
Baca Juga: Pelaku UMKM Dukungan Bupati Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 2024
“Dari total 152 unit yang direncanakan, sebanyak 151 unit rumah akan terealisasi. Karena satu unit lainnya sudah tercover melalui Dana Desa setempat. Total anggaran yang rencana awal dialokasikan sebesar Rp 3.010.000.000,- kini hanya Rp 2.900.000,000,-” ujar Lisal, saat diwawancarai media Jumat (6/12/2024).
Program RTLH tahun ini menyasar masyarakat di wilayah daratan dan kepulauan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Saat ini, progres pengerjaan sudah mencapai 75 persen. Kendala yang dihadapi, menurut Lisal, adalah curah hujan yang tinggi dan sulitnya memperoleh material bangunan di beberapa daerah.
“Kami optimis pengerjaan selesai pada bulan ini. Sebagian besar rumah telah rampung, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya.
Dibandingkan tahun 2023 yang merealisasikan 224 unit RTLH, tahun ini jumlah penerima program mengalami penurunan karena keterbatasan APBD. Namun, Lisal berkomitmen untuk mengupayakan peningkatan alokasi pada tahun 2025 agar lebih banyak warga yang terbantu.
“Mudah-mudahan program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan rumah layak huni, diharapkan tidak ada lagi kebocoran saat musim hujan. Semoga anggaran RTLH tahun depan bisa bertambah,” harapnya.
Program RTLH ini merupakan salah satu fokus Bupati Achmad Fauzi dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan. Dengan anggaran dari APBD tahun 2024, renovasi rumah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan primer masyarakat kecil, memberikan kenyamanan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Masyarakat penerima program RTLH tahun ini diharapkan segera merasakan manfaatnya. Ini bukti nyata pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Lisal.
Program RTLH menjadi langkah konkret Pemkab Sumenep dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah Sumenep yang terbagi daratan dan kepulauan.




