SUMENEP, MPD — Reuni alumni 1997 SMP Negeri 1 Kalianget kembali digelar dengan penuh antusiasme dan kebersamaan Gotong Royong pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Kegiatan yang dikemas temu kangen tersebut berlangsung di kediaman salah satu alumni di Dusun Kebun Kelapa, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Rabu (25/3/2026).
Acara ini dipelopori oleh sejumlah alumni, di antaranya Hera, Dadan, dan Imam Sugianto (Ceppok), Herlina, Sri Linda Yati (Gemoy), Joko dan kawan-kawan sebagai bentuk komitmen menjaga hubungan emosional yang telah terjalin sejak masa sekolah dulu. Setelah bertahun-tahun terpisah pasca kelulusan, reuni ini menjadi ruang untuk mencairkan kerinduan yang lama membeku.
Suasana kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kegembiraan. Para alumni menunjukkan kekompakan melalui budaya gotong royong dengan berbagi peran dalam menyiapkan konsumsi. Beberapa di antaranya membawa aneka hidangan, seperti ikan, sayur, gorengan, es buah, hingga kuliner khas daerah, sementara tuan rumah turut menyediakan nasi jagung sebagai sajian utama makanan pokok orang Madura terdahulu.
Baca Juga: Takmir Masjid Babussalam Menggelar Shalat Idul Fitri 1447 Hijriyah
Partisipasi aktif tersebut mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang telah tertanam sejak masa pendidikan. Secara sosiologis, praktik gotong royong yang ditunjukkan para alumni merepresentasikan internalisasi nilai kolektif yang diajarkan para guru pengajar di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi pengikat hubungan sosial dalam jangka panjang.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan reuni kedua dalam rangkaian Idul Fitri tahun 2026, setelah sebelumnya digelar secara sederhana dengan tema ngopi bareng di kawasan Pelabuhan Kalianget. Dalam pertemuan kali ini, interaksi antar alumni diwarnai canda tawa, saling berbagi pengalaman hidup, serta mengenang masa-masa indah di bangku sekolah tanpa sekat sosial.
Para alumni menegaskan bahwa esensi reuni tidak terletak pada kemewahan acara, melainkan pada kehangatan kebersamaan dan keikhlasan dalam menjalin silaturahmi. Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mempererat persahabatan tanpa memandang latar belakang sosial maupun status ekonomi.
Selain itu, tradisi mudik yang di gagas oleh orang terdahulu menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia turut berkontribusi dalam mempertemukan kembali para alumni yang kini tersebar di berbagai daerah. Momentum ini dinilai memiliki nilai strategis dalam menjaga kesinambungan hubungan kekeluargaan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, para alumni berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Mereka juga mendoakan agar seluruh anggota alumni senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang, sehingga dapat kembali berkumpul dalam kegiatan serupa di masa mendatang.




