SUMENEP, MPD – Sejumlah warga penghuni perumahan geram terhadap pihak pelaksana proyek dermaga karena menyebabkan Kerusakan tembok/dinding penahan tanah (DPT), akibat dilindas kendaraan pengangkut material proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan Cinta, kawasan depan perumahan dinas PT Garam di Kalianget, Kabupaten Sumenep, menyebabkan sejumlah halaman rumah warga tergenang air setiap kali hujan turun.
Temuan dilapangan pada Kamis 4 Desember 2025, menunjukkan bahwa kompleks perumahan PT Garam berada pada posisi lebih rendah dibanding badan jalan tergenang air hujan. Kondisi topografis tersebut membuat aliran air hujan dari permukiman di sisi utara mengalir deras menuju kawasan perumahan, sehingga genangan tak terhindarkan dan kerap merembes masuk ke rumah-rumah warga.
Ersat, wartawan Suara Demokrasi yang turut melakukan pemantauan, menilai banjir tersebut dipicu oleh kelalaian pihak yang berkepentingan dengan proyek, tidak menghiraukan jeritan rakyat kecil.
Baca Juga: Kapolres Sumenep Pantau Lokasi Tanggul Jebol
“Hal ini terjadi karena ulah orang berduit yang tidak menghiraukan suara rakyat kecil. Setengah bulan setiap hujan turun, perumahan tergenang air,” ujarnya kepada redaksi. Ia mengaku telah menemui salah satu penanggung jawab proyek, Edy, yang disebut akhirnya merespons masalah tersebut. Namun, ia menyayangkan kualitas pengerjaan yang menurutnya tidak profesional.
Keluhan serupa disampaikan beberapa warga terdampak. Seorang penghuni rumah yang pagar halamannya terdampak kendaraan proyek mengungkapkan bahwa truk pengangkut material kerap melewati area sempit di sekitar permukiman, menyebabkan pagar rusak dan aliran air masuk ke halaman bahkan ke ruang dalam rumah. Warga menilai penanganan oleh pihak operasional PT terkait belum memberikan hasil signifikan.
Saat dikonfirmasi, Edi Purnomo selaku penanggung jawab operasional proyek membenarkan bahwa dinding penahan tanah tersebut mengalami kerusakan akibat dilindas alat berat.
“Iya betul, tapi sudah diperbaiki,” ujarnya sembari mengirimkan dokumentasi foto dan video hasil perbaikan.
Meski demikian, perbaikan baru dilakukan setelah kawasan perumahan terendam, padahal kerusakan telah terjadi sekitar dua pekan sebelumnya. Edi berdalih bahwa urukan tanah yang dibutuhkan belum tersedia.
“Kemarin habis perbaiki sampai sore. Sudah pesan urugan datang habis dhuhur, ternyata hujan siang,” jelasnya.
Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah genangan serupa terulang, serta meminta pihak proyek memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar lokasi akses jalan pembangunan.








