SUMENEP, MPD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat sektor pendidikan sebagai bagian strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut diarahkan agar penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses, tetapi juga mampu menghasilkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus disertai peningkatan kualitas lingkungan belajar.
Baca Juga: HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Perkuat Komitmen Pembangunan
“Pemkab mendorong pembangunan di sektor pendidikan juga ditekankan,” kata Arif.
Ia menjelaskan, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Lingkungan pendidikan yang layak diharapkan dapat memberikan dukungan optimal terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pendidikan juga memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan kapasitas SDM di Kabupaten Sumenep. Pendidikan yang berkualitas dinilai menjadi instrumen penting untuk membentuk generasi yang memiliki kompetensi, daya saing, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika sosial dan perkembangan teknologi.
“Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya sarana belajar, tetapi juga kapasitas tenaga pendidik dan budaya literasi,” ujar Arif.
Karena itu, Pemkab Sumenep menempatkan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sebagai salah satu bagian penting dalam agenda pembangunan pendidikan. Guru didorong untuk terus mengembangkan kompetensi profesional agar mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penguatan budaya literasi juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Literasi dipandang sebagai fondasi dalam membangun kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kapasitas peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Sumenep berharap pembangunan sektor pendidikan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kualitas SDM. Pada akhirnya, penguatan pendidikan diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep.








