Polwan Polres Sumenep Jaga Kekhusyukan Sholat Jumat

SUMENEP, MPD – Upaya Polri melalui Polres Sumenep dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Pada Jumat (23/1/2026), jajaran Polres Sumenep menerjunkan Polisi Wanita (Polwan) untuk melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas dan menjaga keamanan parkir kendaraan para jamaah di sejumlah titik strategis saat pelaksanaan ibadah Sholat Jumat.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah progresif yang mencerminkan sensitivitas institusi kepolisian terhadap kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat. Kehadiran Polwan di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi jamaah sehingga bisa khusyuk saat melaksanakan ibadah, sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar masjid-masjid yang dipadati kendaraan.

Salah seorang warga Sumenep yang ingin melaksanakan shalat Jum’at menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, penugasan Polwan saat Sholat Jumat merupakan bentuk nyata perubahan yang positif di tubuh Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Sumenep.

Baca Juga: Respons Cepat Petugas Polsek Kalianget Laporan Pohon Tumbang

“Kami mengapresiasi langkah Polres Sumenep yang menurunkan polisi wanita untuk menjaga keamanan dan mengatur arus lalu lintas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Di sisi lain, hal ini juga memberi kesempatan bagi anggota polisi laki-laki untuk menunaikan kewajiban Sholat Jumat,” ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat berharap program-program positif semacam ini dapat terus ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting dalam rangka memulihkan dan menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, yang dalam beberapa waktu terakhir sempat tercoreng oleh perilaku negatif oknum tertentu.

Selain pengamanan saat ibadah, warga juga menekankan pentingnya kehadiran petugas kepolisian dalam pengaturan lalu lintas, khususnya di setiap persimpangan jalan yang rawan dan padat aktivitas pengendara. Mereka berharap pengaturan lalu lintas tidak lagi dibebankan kepada warga secara sukarela, melainkan menjadi tanggung jawab penuh aparat yang berwenang.

“Petugas kepolisian juga diminta ditugaskan di setiap persimpangan yang padat kendaraan, agar ketertiban dan kelancaran lalu lintas dapat terjaga dan masyarakat merasa terlindungi,” tambahnya.

Kehadiran kepolisian ditengah masyarakat seperti Polwan ini dinilai sebagai representasi pendekatan humanis Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, sejalan dengan prinsip profesionalisme dan pengabdian kepada kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *