SUMENEP, MPD – Di usia ke-80 tahun peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Kabupaten Sumenep terus menunjukkan semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya. Maka dari itu, diacara kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih, dalam sambutannya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menggalakkan kebersamaan.
Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ini, tidak hanya berupa upacara bendera yang dilakukan, namun juga berbagai perlombaan Agustusan untuk rakyat Indonesia, kegiatan gotong royong, hingga forum diskusi kebangsaan yang digelar di berbagai desa. Hal itu dilakukan sebagai wujud kebersamaan pihak pemerintah dengan masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan RI ini.
Momentum ini menjadi refleksi bahwa kemerdekaan bukan hanya milik masa lalu, melainkan juga amanah besar bagi generasi penerus. Semangat itulah yang terlihat di pihak pemerintah daerah kabupaten Sumenep dan sejumlah kecamatan, di mana warga dengan antusias terlibat dalam rangkaian kegiatan Agustusan, mulai dari lomba tradisional, kegiatan olahraga, hingga doa bersama mengenang jasa para pahlawan.
Baca Juga: Sumenep Raih Penghargaan BKN, ASN Makin Profesional
TikTok: https://vt.tiktok.com/ZSAyV7jCM/
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam pidatonya menegaskan bahwa kemerdekaan harus terus dimaknai sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial.
“Kemerdekaan ini tidak boleh hanya diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa kita punya tanggung jawab menjaga persatuan, meningkatkan pembangunan, dan menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” ujar Bupati Sumenep, saat kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih di depan kantor Pemkab Sumenep, Minggu 17 Agustus 2025.
Selain itu, Fauzi menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Sumenep membutuhkan energi kolektif warganya untuk mendorong kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian, sehingga nilai kemerdekaan dapat dirasakan secara nyata.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi semua elemen masyarakat harus ikut terlibat dalam rangka membangun daerah berkelanjutan,” imbuhnya.
Dirinya menegaskan bahwa, HUT RI ke-80 ini menjadi momentum meneguhkan komitmen melawan segala bentuk ketidakadilan, termasuk praktik korupsi dan diskriminasi sosial. “Kemerdekaan hakikatnya bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan keadilan merata bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Maka dari itu, dirinya berharap dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, peringatan HUT RI ke-80 tidak hanya menjadi pesta seremonial saja, tetapi juga tonggak untuk memperkuat semangat juang bagi para generasi muda dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.








