SUMENEP, MPD – Bulan suci Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan melipatgandakan pahala. Setiap amal ibadah yang dilakukan umat Islam pada bulan ini memiliki nilai keutamaan yang lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya. Salah satu ibadah yang memiliki keistimewaan tersendiri ketika dilaksanakan di bulan Ramadhan adalah sholat Jum’at.
Jumat 20 Februari 2026, Masjid Babussalam di Dusun Kebun Kelapa, Desa Kalianget Barat, kini dipenuhi jamaah untuk melakukan sholat Jum’at yang pertama di bulan Ramadhan ini. Dari kalangan pelajar sampai yang tua berbondong-bondong datang ke masjid untuk mendengarkan khutbah dan sholat Jum’at, hal itu merupakan wujud keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Sholat Jum’at merupakan kewajiban syar’i bagi setiap laki-laki muslim yang telah memenuhi syarat. Kewajiban ini ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Baca Juga: Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan Penghapus Dosa dan Pelipatganda Pahala Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa sholat Jum’at memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa-dosa kecil. Dalam hadits shahih disebutkan:
“Sholat lima waktu, sholat Jum’at ke sholat Jum’at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa sholat Jum’at memiliki dimensi pembersihan spiritual. Ketika sholat Jum’at dilaksanakan di bulan Ramadhan, keutamaannya semakin besar karena beriringan dengan ibadah puasa yang juga berfungsi sebagai penghapus dosa.
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim).
Kemuliaan hari Jum’at yang bertemu dengan kemuliaan bulan Ramadhan menjadikan ibadah sholat Jum’at sebagai momentum istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para ulama menegaskan bahwa keutamaan suatu amal sangat dipengaruhi oleh kemuliaan waktu pelaksanaannya. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa: “Hari Jum’at memiliki keutamaan yang besar, dan amal kebaikan yang dilakukan pada waktu yang mulia akan dilipatgandakan pahalanya.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab).
Sementara itu, Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa: “Berkumpulnya dua waktu yang mulia, seperti hari Jum’at dan bulan Ramadhan, menjadikan pahala amal semakin agung.” (Latha’if Al-Ma’arif).
Pendapat tersebut mempertegas bahwa sholat Jum’at di bulan Ramadhan merupakan pertemuan dua kemuliaan besar dalam Islam.
Adapun Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya kualitas batin dalam sholat Jum’at. Ia menyatakan: “Hakikat sholat Jum’at bukan hanya pada gerakan lahiriah, tetapi pada hadirnya hati, kekhusyukan, dan kesadaran akan kebesaran Allah.” (Ihya’ Ulumuddin).
Pelaksanaan sholat Jum’at di bulan Ramadhan juga memiliki dimensi sosial dan edukatif. Melalui khutbah Jum’at, umat Islam diingatkan untuk meningkatkan kualitas puasa, menjaga lisan dan perbuatan, memperbanyak sedekah, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dapat mengurangi pahala Ramadhan.
Maka dari itu, Masjid Babussalam di Dusun Kebun Kelapa, Desa Kalianget Barat menjadi pusat dan tempat pembinaan iman dan ukhuwah Islamiyah, tempat umat berkumpul, bersilaturahmi, dan saling menguatkan dalam ketaatan. Setiap bulan Ramadhan, masjid Babussalam menggelar buka bersama, tadarusan dan I’takaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Sholat Jum’at di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang sarat keutamaan, karena menyatukan kemuliaan hari Jum’at dan keberkahan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, datang lebih awal ke masjid, mendengarkan khutbah dengan khusyuk, serta menjaga niat semata-mata karena Allah SWT.
Dengan demikian, sholat Jum’at di bulan Ramadhan diharapkan menjadi sarana peningkatan ketakwaan, penghapusan dosa, dan jalan turunnya rahmat Allah SWT bagi seluruh umat Islam.




