Kepala Desa Kebunagung Sambut Malam Nisfu Sya’ban

SUMENEP, MPD — Kepala Desa Kebunagung, Bustanul Affa, S.H., menyampaikan ucapan selamat memperingati malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Desa Kebunagung dan umat Islam pada umumnya. Momentum pertengahan bulan Sya’ban tersebut dinilai sebagai ruang refleksi spiritual yang sarat makna dalam membangun kesadaran moral dan keimanan.

Dalam pernyataannya, Bustanul Affa menekankan pentingnya memaknai malam Nisfu Sya’ban sebagai waktu untuk membersihkan hati, memperkuat keikhlasan doa, serta melapangkan harapan dalam menghadapi kehidupan ke depan. “Hati yang bersih, doa yang tulus, harapan yang lapang itulah berkah malam pertengahan bulan Sya’ban,” ujarnya.

Menurutnya, Nisfu Sya’ban bukan sekadar peringatan seremonial keagamaan, melainkan momentum strategis untuk memperbaiki kualitas hubungan manusia dengan Allah SWT serta relasi sosial antarsesama. Nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu mendorong lahirnya sikap saling menghormati, meningkatkan solidaritas sosial, dan memperkuat etika kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Komitmen Kapolsek Kalianget Melindungi Masyarakat Dari Bahaya Pohon Tumbang 

“Malam Nisfu Syaban adalah salah satu malam yang penuh keutamaan. Di malam ini, amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik,” Pungkas.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan amal ibadah, seperti memperbanyak doa, istighfar, dan muhasabah diri, sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Upaya tersebut, kata dia, selaras dengan tujuan pembinaan spiritual masyarakat yang berkelanjutan.

Sebagai pihak Pemerintah Desa Kebunagung, Kades Bustanul Affa, menambahkan bahwa senantiasa mendukung kegiatan keagamaan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai religius dan kebudayaan lokal. Diharapkan, peringatan malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriyah ini dapat menjadi titik tolak peningkatan kualitas spiritual sekaligus mempererat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat Desa Kebunagung.

Bulan Sya’ban adalah bulan mulia, jembatan sunyi menuju Ramadhan, saat amal manusia diangkat ke hadirat Allah SWT. Ia mengajak kita bercermin, memperbanyak ibadah, puasa sunah, doa, dan istighfar, sebelum lembaran amal tahunan ditutup. Di bulan yang sering terlupa namun penuh keistimewaan ini, dengan kerendahan hati dirinya sebagai pihak pemerintah desa Kebunagung bersama keluarganya memohon, bukakanlah pintu maaf baginya, karena sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf dalam memimpin pemeritahan mohon maaf lahir dan batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *