Sampah Dibiarkan Menumpuk dan Membusuk, Warga Desak Pemerintah

SUMENEP, MPD — Kondisi lingkungan yang memprihatinkan terlihat di sepanjang pinggiran jalan raya perbatasan Desa Kertasada, Kalimo’ok, dan Marengan Daya. Tumpukan sampah yang dibiarkan berserakan di sekitar kawasan industri garam PT Garsindo Anugerah Sejahtera kini membusuk dan dikerumuni lalat, sehingga memicu kekhawatiran akan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan redaksi pada Sabtu (4/4/2026), sebagian sampah bahkan telah tergenang air di saluran irigasi atau selokan yang berada di dekat tembok pagar industri. Kondisi tersebut tidak hanya memperparah pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi media berkembangnya bakteri dan vektor penyakit.

Persoalan sampah ini bukan hal baru. Keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan, bahkan menjadi sorotan media. Namun demikian, respons dari para pemangku kebijakan dinilai masih minim. Warga menilai perhatian pemerintah cenderung muncul hanya ketika isu tersebut menjadi viral di ruang publik, sementara penanganan jangka panjang belum terlihat.

Baca Juga: Pejabat Bungkam Masalah Sampah, Bupati Harus Mengevaluasi 

Selain faktor rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah, ketiadaan fasilitas tempat pembuangan yang memadai turut memperparah kondisi. Hal ini mencerminkan lemahnya sinergi antara pihak pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Salah satu warga yang ditokohkan menghubungi redaksi mendesak agar pihak pemerintah, mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, untuk segera mengambil langkah konkret.

“Saya mengapresiasi peran media karena sampah di Kalianget yang sebelumnya disorot sudah dibersihkan. Tapi tolong juga bantu desak pejabat pemerintah untuk menangani sampah di sepanjang jalan raya ini. Kades dan Camat seharusnya turun langsung melihat kondisi di lapangan, jangan hanya duduk di kantor menunggu laporan,” ujarnya.

Keluhan warga tidak hanya terkait persoalan sampah, tetapi juga infrastruktur jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan untuk bekerja dan bertani.

“Akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau rusak bertahun-tahun terus tanpa perbaikan, lalu apa fungsi pemerintah yang dibiayai dari pajak rakyat? Jangan hanya menuntut kewajiban, tapi hak masyarakat juga harus dipenuhi,” tambahnya.

Warga juga menyoroti peran aparatur pemerintah di tingkat desa dan kecamatan yang dinilai kurang responsif terhadap persoalan mendasar. Mereka berharap adanya keterlibatan aktif pejabat publik untuk turun langsung ke lapangan, menggerakkan kerja bakti, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, apresiasi terhadap peran media dinilai penting dan mampu mendorong perhatian pemangku kebijakan, sebagaimana yang terjadi dalam penanganan sampah di kawasan Kalianget yang sebelumnya mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi III DPRD Sumenep dan akhirnya sampah dibersihkan.

Terkait kondisi sampah disepanjang pinggiran jalan raya tersebut, redaksi telah meneruskan dokumentasi kepada Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Camat Kalianget, serta pihak pemerintah desa setempat pada pukul 11.47 WIB. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum juga ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Sementara itu, pihak perusahaan industri garam di sekitar lokasi menyatakan telah melakukan upaya pembersihan secara mandiri serta melaporkan persoalan tersebut kepada perangkat desa. Namun, mereka mengaku belum melihat adanya tindak lanjut yang signifikan.

Fenomena ini menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan kebijakan yang responsif, penyediaan fasilitas yang memadai, serta pengawasan yang konsisten agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru