SUMENEP, MPD – Komitmen dalam memperkuat literasi keislaman dan membangun tradisi keilmuan di tengah masyarakat terus dilakukan Takmir Masjid Babussalam, di Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pengajian Subuh Rutin yang terbuka untuk umum dan dilaksanakan setiap dua pekan sekali setelah pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah.
Kegiatan pengajian kali ini yang keempat dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 atau bertepatan dengan 19 Dzulhijjah 1447 Hijriah, di Masjid Babussalam. Acara akan dimulai selepas Shalat Subuh berjamaah hingga waktu syuruq dan diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat luas.
Ketua Takmir Masjid Babussalam, KH. Ahyari, menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang melekat pada setiap Muslim sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Thalabul ‘ilmi fariidhatun ‘alaa kulli muslim” yang berarti menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.
Baca Juga: Masjid Babussalam Akan Gelar Kajian Subuh dan Tasyakuran
Menurutnya, pengajian rutin tersebut bukan hanya menjadi wadah kajian keislaman, melainkan juga bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang berlandaskan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Pada kesempatan kali ini, materi kajian akan mengulas kitab “Ighatsatul Lahfan min Masha’idisy Syaithan (Pertolongan bagi Orang yang Terdesak dari Jerat-jerat Setan) ” karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Pembahasan akan difokuskan pada bab “Pembagian Hati”, yang mengupas berbagai kondisi hati manusia dalam menghadapi godaan dan tipu daya setan.
Kajian akan disampaikan oleh Ustadz Azmi Hafidzahullah, sementara imam Shalat Subuh berjamaah akan dipimpin oleh Ustadz Nafi’ Himmah Hamdani. Kehadiran para pemateri diharapkan mampu memberikan pencerahan sekaligus memperkuat kesadaran spiritual jamaah melalui pendekatan ilmiah yang bersumber dari khazanah keilmuan Islam klasik.
Selain mengajak masyarakat untuk memperdalam ilmu agama, pihak panitia juga mengingatkan pentingnya membiasakan sedekah subuh. Dalam berbagai riwayat shahih disebutkan bahwa para malaikat mendoakan setiap orang yang bersedekah pada pagi hari agar Allah SWT mengganti harta yang telah dikeluarkannya dengan keberkahan dan rezeki yang lebih baik.
KH. Ahyari sebagai Ketua Takmir Masjid Babussalam mengundang seluruh masyarakat, khususnya warga Kalianget dan sekitarnya, untuk hadir bersama keluarga dalam kegiatan tersebut. Diharapkan pengajian rutin ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang inklusif sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.
Dengan mengusung semangat menuntut ilmu sebagai kewajiban setiap Muslim, Masjid Babussalam berupaya menghadirkan majelis ilmu yang tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.





