SUMENEP, MPD – Dalam ikhtiar memperkuat kepercayaan publik, RSUD dr. Haji Mohammad Anwar Sumenep terus menegaskan komitmennya membangun budaya layanan yang transparan dan responsif. Dalam kepemimpinan Direktur dr. Erliyati, rumah sakit milik pemerintah daerah ini mendorong partisipasi masyarakat melalui ruang dialog terbuka dan prosedur audiensi resmi.
Melalui semangat “Bismillah Melayani”, RSUD tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga membuka diri terhadap masukan dari seluruh elemen masyarakat—termasuk mahasiswa, LSM, hingga jurnalis. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Informasi RSUD, Erfin Sukayati.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Namun, harus melalui prosedur audiensi resmi agar bisa kami siapkan dengan matang,” jelas Erfin, Kamis 27 Juni 2025.
Baca Juga: RSUD Sumenep Hadirkan Layanan Inovatif, Permudah Pasien Urus Administrasi
TikTok: https://vt.tiktok.com/ZSBNakV6p/
Menurutnya, audiensi resmi bukanlah penghambat, melainkan langkah strategis agar diskusi berjalan efektif, terarah, dan menghadirkan pihak berkompeten. Ini menjadi bagian dari budaya baru yang dibangun RSUD, yakni layanan berbasis transparansi dan akuntabilitas publik.
Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati dikenal sebagai sosok pemimpin yang terbuka dan responsif sejak menjabat di Dinas Kesehatan. Ia dianggap berhasil membawa pendekatan humanis dalam dunia pelayanan publik, terutama kesehatan.
Salah satu warga Sumenep, yang biasa dipanggil Ainur, yang juga dikenal sebagai kreator konten TikTok, melalui kontennya memberikan testimoni positif terkait layanan rumah sakit milik pemerintah tersebut, sangat memuaskan bagi dirinya.
“Saya dan keluarga sudah beberapa kali dirawat di sini. Pelayanannya sangat profesional dan fasilitasnya lengkap. Tidak benar kalau dikatakan pelayanannya buruk,” tegas Ainur.
Menurutnya, penilaian terhadap rumah sakit tak bisa dilepaskan dari persepsi pribadi. “Kalau seseorang memang dasarnya tidak suka, rumah sakit manapun pasti dinilai buruk olehnya,” tambahnya.
Selain itu, pelayanan professional RSUD Sumenep kepada pasien Rudi warga Sumenep, saat tengah malam menjerit rasa sakit pada giginya. Tanpa basa-basi, pihak rumah sakit hanya meminta KTP pasien untuk dicatat namanya, setelah itu Dokter penjaga malam langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan tindakan suntik anti nyeri kepada Rudi, Rabu 25 Juni 2025, sekitar pukul 24.00 wib.
Meski mendapat banyak apresiasi, RSUD Sumenep tak menutup mata terhadap sejumlah opini negatif yang beredar di media. Isu seperti pelayanan yang kurang memuaskan, itu hal biasa dalam persaingan politik atau bisnis didalam kehidupan. Pihak RSUD Sumenep tetap merespon dengan positif dalam melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami terbuka terhadap klarifikasi. Jangan sampai opini dibentuk oleh kepentingan politik atau bisnis tidak sehat. Rumah sakit ini milik publik, milik rakyat,” ujar Erfin.
Ia mengajak semua pihak untuk menjaga integritas informasi dan ikut membangun sistem pelayanan yang lebih baik, bukan justru menciptakan narasi destruktif yang bisa melemahkan kepercayaan publik.
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga terus memberikan dukungan terhadap transformasi layanan di RSUD. Pendekatan yang lebih manusiawi, transparan, dan adaptif dinilai sejalan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Langkah-langkah inovatif RSUD Sumenep di bawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyati diharapkan menjadi model pelayanan rumah sakit yang tak hanya melayani, tapi juga mendengarkan, saran dan kritik dari masyarakat.








